Tuesday, September 14, 2021


Spain Adventure, The Beginning

    

"...i'm not generous but I can offer many countries to travel, the highest mountain to hike and the most beautiful places in the world to visit..." (Sebas vow in their wedding day)

"...i can't promise you to climb the mountains as fast as maps-me apps predicted, but i promise you to reach the top of every mountains we climb..." (Melli vow in their wedding day)



Tidak mudah menyatukan 2 pribadi yang berbeda, terlebih bagi kami yang berbeda negara, bahasa dan budaya. Sebelum menikah, kami adalah teman travelling. Travel buddy. Dan ketika kami terdampar di India karena virus corona melanda dunia (akan saya ceritakan dalam edisi yang lain) disanalah kami menjadi lebih dari sekedar teman dan kemudian memutuskan untuk menikah.

Diawal kepindahan saya ke Spanyol, pernikahan kami mengalami banyak sekali goncangan. Tidak jarang kami berdebat hebat hanya karena hal-hal kecil. Hingga suatu saat, saya melihat sebuah video di youTube tentang "camino de santiago" dan timbul keinginan dalam diri saya untuk melakukan perjalanan tersebut dengannya. Bukan untuk pencarian jati diri, terlebih untuk membangun komunikasi diantara kami dan menilai kembali apakah kami memang cocok sebagai pasangan atau lebih baik kembali menjadi teman travelling saja., Ketika saya menyampaikan ide ini, dia setuju untuk melakukannya. Bukan camino de santiago seperti yang kami tonton di youTube, tapi camino versi kami sendiri. Sebas and Melli camino. Sebuah perjalanan beresiko, karena ini bisa membuat kami lebih solid sebagai pasangan atau bisa jadi membuyarkan semuanya. Dan di akhir bulan Juli 2021 kemarin, kami memulai perjalanan 6 minggu kami menjelajahi Spanyol. Dimulai dengan mengunjungi keluarga Sebas di Seville dan Ronda, lalu berpetualang dari satu kota ke kota lainnya.

Ini bukan cerita cinta atau drama rumah tangga, saya hanya ingin berbagi pengalaman travelling kami dan mungkin tips yang bisa ditiru tentang bagaimana kami melakukan perjalanan selama 6 minggu dengan mobil kecil (bukan van atau campervan), bagaimana kami tidur, makan, mandi dan melakukan aktivitas sehari-hari, disamping mengunjungi obye-obyek wisata. Atau yang kemudian kami sebut dengan "being homeless with style"

Pengalaman kami ini akan saya tulis dalam beberapa bagian, kota-kota dan obyek wisata mana saja yang kami kunjungi, foto-foto yang sempat kami ambil beserta perkiraan biaya yang kami keluarkan selama perjalanan ini. Jadi ikuti terus pengalaman kami ya




2 Comments:

At September 14, 2021 at 4:23 PM , Blogger Unknown said...

Wow happy wedding mbak mel🤗🤗🤗😉, smoga sampe maut memisahkn y

 
At September 16, 2021 at 1:06 PM , Blogger IndoSpain.adventures said...

terima kasih

 

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home