Wednesday, September 15, 2021


Spain Adventure, Sevilla


Tanggal 26 juli 2021 kami memulai perjalanan, target Sebas sih memecahkan rekor kami sendiri, tidur 3 hari dimobil, tapi saya yakin kami akan mampu menyelesaikan 30 hari tanpa seharipun pindah tidur dihotel. Dalam hal ini, saya memang lebih optimis dari dia. Beberapa hari sebelum berangkat, kami memang sudah menyiapkan barang-barang yang kami perlukan dalam perjalanan ini, diantaranya :

  • Baju (jaket, t-shirt, hiking pants, short pants, piyama, swimming suit, kami juga membawa baju formal sekiranya akan menghadiri acara resmi - pede aja, siapa tau dapat undangan pesta)
  • Alas kaki (hiking shoes, sneakers dan sandal)
  • Perlengkapan hiking (ransel, hiking pole, jas hujan, topi)
  • Kompor dan persediaan gasnya (untuk perjalanan selama 6 minggu ini kami menghabiskan 10 gascan uk.227 g)
  • Meja dan 2 kursi lipat
  • Shower tent dan perlengkapan mandi
  • 2 buah jerigen @20 liter berisi air minum
  • Perlengkapan memasak (kami hanya membawa panci besar dan kecil, penggorengan dan french press), peralatan makan untuk kami berdua serta bumbu-bumbu seikhlasnya
  • Handuk dan selimut
  • Power bank dan kamera
Perjalanan dari tempat tinggal kami, Talarn, dibelahan utara Spanyol, provinsi Lleida menuju Dos Hermanas, Sevilla, dibelahan selatan Spanyol dimulai pukul 3 sore setelah Sebas pulang kerja dan makan siang. Menempuh perjalanan sepanjang 1.079 km, perkiraan kami akan tiba di Sevilla saat tengah malam. Kami hanya berhenti sekitar 1 jam di sebuah supermarket di Madrid untuk membeli camilan. Selebihnya hanya berhenti sekitar 5-10 menit untuk bergantian tugas menyetir, buang air kecil, atau sekedar untuk meratakan pinggang dan berfoto


Tiba di Dos Hermanas ternyata sudah hampir jam 3 pagi, kami menurunkan barang-barang, mandi dan langsung tidur. Bangun jam 10 pagi, tanpa membuang waktu kami langsung sarapan dan berangkat ke Sevilla. Hanya sekitar 15 menit dari rumah pribadi Sebas di Dos Hermanas. Karena Sebas akan belanja perlengkapan rumah tangga dan saya tidak tertarik untuk ikut, dia menurunkan saya di Plaza de Espana, sebuah bangunan bata berbentuk setengah lingkaran bergaya Renaissance yang mempunyai 2 buah menara yang dapat dilihat dari sekitar kota. Dikelilingi oleh kanal yang dilintasi oleh 4 buah jembatan, tempat ini adalah landmark Sevilla. Untuk masuk ketempat ini sama sekali tidak dipungut biaya alias gratis. Kita juga bisa menikmati keindahan Plaza de Espana dengan menyewa kereta kuda yang indah seperti yang sering kita lihat dalam telenovela, lengkap dengan pak kusir yang mengendalikan kuda supaya baik jalannya, tuk tik tak tik tuk.....




Disini saya bisa menyaksikan secara gratis tarian flamenco yang sangat indah. Mungkin tidak 100 persen gratis karena sebenarnya mereka adalah sekelompok busker atau kalau di Indonesia kita menyebutnya sebagai pengamen. Ditempat ini juga banyak emal-emak gipsy yang menyodor-nyodorkan daun hijau, disertai rayuan gombal tentang keberuntungan. Sebaiknya tidak usah dihiraukan jika anda tidak berniat memberikan uang karena jika kita menerima daun hijau itu mereka akan meminta imbalan uang dan jika kita menolak memberi uang, mereka akan mengutuk kita. Saya sih tidak percaya kutukan, tapi kan ga enak juga mendengar mereka mengutuk kita, jadi kambing - misalnya, jadi saya memilih untuk menghindar dan mengabaikan mereka.


Puas menyaksikan buskers performances saya memutuskan untuk berjalan kaki berkeliling menikmati indahnya kota Seville. Seperti selayaknya kota besar, disini banyak toko dan restoran, harga makanan yang ditawarkanpun masih wajar, berkisar antara 8-12 euro. Sebenarnya saya ingin masuk dan melihat keindahan Sevilla Chatedral dari dalam, harga tiket masuknya 10 euro, tapi karena saya adalah low budget traveller dan hari itu sabtu, jadi saya pikir kenapa tidak ikut misa minggu saja sambil melihat keindahan chatedral dari dalam secara gratis. Jadi, saat Sebas menjemput saya lagi, saya bilang kalau ingin ikut misa di cathedral.








Hari minggu pagi, jam 9 kami sudah bersiap, misa di chatedral dimulai jam 11. Kenapa jam 9 sudah siap? karena kami akan makan churro dulu, yang kata Sebas paling enak di Dos Hermanas. Ini adalah pertama kalinya saya mencoba makanan sejenis gorengan yang dicelupkan kedalam lelehan coklat khas spanyol. Setelah intip-intip ke dapur melihat si mas penjual bikin churros, dalam hati saya berkata "ya ampun....ini mah kalau di Indonesia roti goreng yang dijual pake gerobak dipinggir jalan hahahaha..."




 
Setelah sarapan churro kami berangkat menuju Sevilla Chatedral, agak sulit mencari lokasi parkir gratis ditengah kota (harap diingat, kami adalah low budget traveller yang sebisa mungkin cari parkir yang ga bayar), jadi mobil kami parkir sekitar 500 meter dari lokasi. Sambil berjalan, kami sempatkan berfoto disekitar Chatedral.  








Ditembok luar Cathedral tampak coretan-coretan berwarna merah yang menurut cerita adalah torehan darah dari para mahasiswa yang baru lulus dari universitas Seville beratus tahun yang lalu, sebagai tanda kegembiraan mereka, hiii....serem juga ya

Sebelum masuk Cathedral, kami ditanya apakah akan mengikuti misa atau hanya berkunjung. Tentu saja kami bilang kalau akan mengikuti misa, karena kalau hanya berkunjung kami harus membayar tiket masuk. Lalu mbak petugas mempersilahkan kami masuk. Waaa....segampang itu, tapi ada lo rombongan dibelakang kami yang waktu ditanya jawab ga mau ikut misa dan cuma lihat-liat aja, trus disuruh belok kiri untuk beli tiket masuk. 

Interior didalam sungguh membuat takjub. Langit-langit yang tinggi dengan ornamen berwarna emas tampat sangat indah. Karena corona, bangku gereja diganti dengan kursi kondangan yang diatur berjarak, rasanya kok seperti mengurangi keindahannya. tapi ya sudahlah. Tidak seperti yang kami bayangkan sebelumnya, misa berlangsung biasa saja, tidak ada yang istimewa, tidak ada choir dan organ pipa.  Selesai misa kami bisa foto-foto sebentar buat kenang-kenangan.








Pulang dari misa kami kami segera kembali ke Dos Hermanas karena akan melanjutkan perjalanan menuju rumah orang tua Sebas di Ronda. Ikuti cerita saya mengunjungi Ronda dan sekitarnya ya....


2 Comments:

At September 15, 2021 at 2:07 PM , Blogger Unknown said...

Wahhhhhh tak bisa2 brkata2 saya , bangunan ny keren2 mbak mel😊

 
At September 16, 2021 at 1:08 PM , Blogger IndoSpain.adventures said...

ikutin terus ya, masih banyak tempat-tempat bagus yang bisa jadi tujuan klo kapan-kapan main kesini

 

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home