Spain Adventure
Alhambra, Granada & La Ruta de los Cahorros del Rio Monachil
Menuju Granada, menempuh jarak 274 km, sepanjang perjalanan kita juga akan melihat hamparan ladang olive. Jauh lebih luas dari yang kami lihat dalam perjalanan dari Sevilla ke Ronda. Hari ini kami akan mengunjungi Alhambra, dari yang saya baca, bangunan ini dulunya adalah sebuah benteng yang kemudian dibangun kembali sebagai sebuah istana oleh Sultan Granada pada abad ke-13. Lalu sebagian diubah dengan gaya Renaisans dan menjadi Istana Kerajaan Ferdinand. Pada abad ke-15 diubah lagi dengan gaya arsitektur Andalusia tapi tidak pernah selesai karena adanya pemberontakan Morisco di Granada. Karena jalan menuju Alhambra kecil dan menanjak dengan tempat parkir yang terbatas, mobil kami parkir di pusat kota dan berjalan kaki kesana kurang lebih selama 40 menit. Untuk masuk Alhambra, kami membeli tiket secara online seharga 15 euro per-orang dua hari sebelumnya. Disamping untuk menghindari antrian panjang, konon sebelum pandemi Corona, kita harus memesan tiket minimal seminggu sebelumnya karena banyaknya wisatawan yang ingin berkunjung kesana. Di pintu masuk, petugas akan memeriksa tiket dan kartu identitas kita yang asli (tidak menerima fotokopi).
Kompleks Alhambra sendiri terdiri dari beberapa bangunan, tapi untuk masuk ke istana utama, kita harus menunggu sampai waktu yang tercetak di tiket. Tiket masuk kami jam 2 siang, masih ada waktu untuk berkeliling sebentar. Kita juga bisa menggunakan jasa pemandu wisata dengan berbagai bahasa, entah berapa tarifnya, karena kami lebih suka berkeliling sendiri, membaca papan informasi sambil sesekali bergabung dengan satu dua rombongan turis, nguping penjelasan mas atau mbak pemandu wisata. Gedung pertama yang kami masuki adalah Palace of Charles V, istana yang memiliki teras melingkar yang unik dan bergaya Renaisans. Bagian utara dan selatan gedung ini terhubung dengan istana Alhambra. Bangunan ini sering dijadikan lokasi pemotretan, bahkan hari itu kami melihat dua pasang pengantin melakukan sesi pemotretan dengan gaun pengantin yang indah.
Setengah jam sebelum jadwal masuk Nasrid Palaces kami sudah harus antri. Kita akan melewati 2 pos penjagaan. Pos pertama untuk memeriksa tiket dan menghitung jumlah pengunjung. Tiap rombongan hanya terdiri dari 20 orang dengan jeda waktu 10 menit. Entah apa tujuannya, karena pada kenyataannya setelah didalam gedung kita bebas berada di satu ruangan selama yang kita mau. Sama aja kan... kalau tidak ada yang pindah ruangan akhirnya berjubel juga. Di pos kedua tiket akan diperiksa lagi, disesuaikan dengan kartu identitas asli kita dan kita wajib memindahkan tas punggung ke bagian dada. Ini juga tidak jelas maksudnya, apa mungkin didalam ada copet berkeliaran seperti kalau kita belanja ke pasar? hahaha.....
Ruang pertama yang kita lihat adalah Mexuar Room, sebuah ruangan yang penuh dengan kaligrafi Arab, mungkin sisa peradaban Islam. Ini adalah tempat bertemunya para Menteri Penasihat.
Selanjutnya adalah ruang tunggu para tamu yang akan menghadap Sultan Granada untuk urusan kenegaraan. Langit-langitnya berlapis emas, dibangun atas perintah Mohammed V. Terdapat pintu besar yang dindingnya berukir huruf Arab dan air mancur di tengah ruangan.
Selanjutnya kita akan masuk ke Palace of The Lions, ini adalah ruang pribadi anggota kerajaan. Ditengahnya terdapat patio yang dikelilingi galeri seperti biara, berlantaikan marmer putih dan ditengahnya berhiaskan 12 patung singa dari marmer yang memancarkan air yang disebut juga sebagai Patio of The Lions. Ini merupakan ikon Alhambra.
Setelah melihat-lihat hall, kami menuju ke Mirador Daraxa, ruang kecil dengan dua lengkungan berukir yang menghadap ke teras. Dari situ kita bisa melhat Daraxa Garden dari atas. Dari teras kita juga bisa melihat pemandangan kota.
Keluar dari Nasrid Palaces kami melewati gereja dan kolam di sebuah taman kecil dekat gerbang untuk menuju benteng. Dari atas benteng kita akan melihat keindahan Granada. Karena hari itu cuaca sangat panas, kami tidak betah berlama-lama diatas. Ada yang unik saat kami akan naik tangga menuju atas benteng, tidak ada petugas yang menjaga tapi terdapat lampu seperti lampu lalu lintas untukmemberi tanda apakah kita sudah boleh menaiki tangga atau harus menunggu. Mungkin untuk menghindari kemacetan dan menumpuknya pengunjung di tengah tangga.
Menuju pintu keluar kami melewati sebuah taman yang sangat luas, hijau dan indah. Cocok sebagai tempat bersantai menikmati bekal makan siang dan sambil selonjoran meluruskan kaki yang pegal karena seharian berjalan
Secara tidak sengaja, saat berjalan kembali ke tempat mobil diparkir, kami melihat antrian panjang di depan gedung kesenian. Sebas bertanya kepada petugas keamanan karena penasaran, dan ternyata ada pertunjukan solo gitar dari seorang artis lokal secara gratis. Jadi hari itu kami akhiri dengan menonton pertunjukan solo gitar. Bonusnya, kami bisa melihat keindahan Alhambra diwaktu malam berhiaskan lampu-lampu.
Kami kembali ke mobil lepas tengah malam, mencari tempat parkir untuk tidur adalah tantangan lain jika kami berada di kota besar, biasanya kalau sudah mentok kami akan berhenti di campervan parking area, nyempil di tengah-tengah mobil besar. Tapi malam itu kami cukup beruntung segera menemukan sebuah lahan kosong yang tidak terlalu jauh dari pusat kota. Sengaja kami pilih karena kami lebih suka suasana yang tidak terlalu terang dan tidak ramai saat pagi. Setelah sarapan dan mandi, kami kembali ke tengah kota. Rencana kami hari ini adalah berkeliling kota Granada.
Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Cathedral de Granada, untuk masuk kesana kami membayar tiket masuk seharga 5 euro per-orang. Kita bisa mengetahui sejarah katedral melalui voice guide. Sayangnya tidak diadakan misa disana, misa hanya diadakan di gereja kecil dibelakang katedral. Didalam kateral juga terdapat ruang musium, toko souvenir dan toilet yang sangat bersih.
Setelah beristirahat untuk makan dan tidur siang sebentar di sebuah taman , kami berjalan lagi ke Barrio de Sacromonte, daerah yang terkenal dengan cuevas (gua-gua) dan pusat flamenco. Yang disebut gua sebenarnya adalah cerukan dalam yang dijadikan tempat tinggal gipsy. Di bagian atas Sacromento terdapat cueva yang paling sederhana, dimana dari pintu masuk kita dapat melihat dapur yang juga berfungsi sebagai ruang makan dan sebuah kamar tidur. Harap berhati-hati jika pemilik rumah mengundang anda masuk, karena mungkin mereka ingin meminta uang atau menipu anda.
Tidak telalu malam kami sudah mendapatkan tempat untuk menginap disebuah lahan parkir dekat Monachil, disana ada kolam dengan air yang mengalir deras dan bersih langsung dari gunung dan pohon-pohon rindang untuk tempat berteduh. Sore itu kami hanya bersantai dan menyempatkan waktu untuk mencuci baju.
Paginya kami kembali ke selera asal, hiking, menyusuri La Ruta de los Cahorros del Rio Monachil yang dianggap sebagai salah satu yang paling indah dan populer di provinsi Granada. Berjalan sejauh 8 km, kami mulai dari jalan setapak menyusuri sungai, lalu merayap di dinding batu dan merangkak ke bawah batu memasuki ngarai. Menyeberangi jembatan gantung sepanjang 63 meter dan melihat air terjun merupakan hal indah lainnya yang kami nikmati. Meskipun agak panjang, tapi rute ini menyenangkan cukup mudah dilakukan, bahkan untuk anak-anak sekalipun.
Sayangnya saat perjalanan kembali ke mobil Sebas sempat terpeleset dan siku kakinya terkilir. Jadi kami memutuskan untuk beristirahat sehari di suatu tempat, pergi keperpustakaan, berbelanja bahan makanan sambil membuat rencana kemana tujuan kami berikutnya. Kira-kira kami akan langsung melakukan Camino de Santiago atau melanjutkan road trip ? 😉








































































