IT'S NOT ABOUT THE DESTINATION, IT'S ABOUT THE JOURNEY
Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami selalu melakukan perjalan ke arah utara pada saat summer. Alasan utama kami memilih destinasi sebenarnya adalah untuk menghindari suhu yang menjadi sangat panas di belahan eropa selatan saat summer. Jika tahun lalu kami melipir di coastline menuju Switzerland, tahun ini kami lewat tengah menuju ke Norway. Sejak januari kami sudah mulai menghitung-hitung berapa jarak yang harus kami tempuh selama liburan. Dari rumah menuju Norway, perkiraan jarak tempat-tempat yang akan kami kunjungi dan perjalanan kembali ke rumah. Ini untuk memudahkan kami mematok budjet liburan. Tahun lalu kami menempuh 4.756 km, lebih-kurang 850€ hanya untuk bahan bakar dengan total pengeluaran 1.876€ mengunjungi 7 negara selama 42 hari berlibur. Dan tahun ini kami sudah bisa memastikan akan lebih dari dua kalinya. Dari rumah menuju Oslo saja sudah sekitar 4000 km, ditambah rute selama di Norway yang diperkirakan sekitar 3000 km dan kembali ke rumah, mungkin kami akan berkendara lebih dari 10.000 km. Setelah dihitung, untuk bahan bakar kami harus menyiapkan sekitar 2000€. Pasti akan muncul pertanyaan, jika untuk bahan bakar saja sudah menghabiskan biaya yang tidak sedikit, mengapa kami masih nekad travelling dengan mobil? Apakah tidak lebih mudah dan murah dengan transportasi umum? Jawabannya adalah tidak. Jika kita pergi sendiri, kemungkinan lebih murah dan dan mudah dengan transportasi umum, tinggal beli tiket dan booking hotel, beres. Tapi kenyataannya tidak begitu lo, karena kita harus tiba lebih awal di bandara, belum lagi jika jam ketibaan terlalu pagi sehingga kita belum boleh check in di hotel/hostel (biasanya tiket pesawat murah selalu di jam-jam yang ajaib), terpaksa ngemper dulu di bandara atau keluar biaya extra untuk nongkrong di cafe atau titip ransel. Btw, travelling dengan mobil untuk 2 orang seperti kami, jauh lebih murah. Pertama, kita bisa skip budget penginapan. Bisa berhenti untuk istirahat kapanpun kita mau, dan memulai perjalanan lagi kapanpun kita siap. gak usah nunggu jam check-in, check-out. Kita juga bisa mencapai tempat-tempat yang tidak bisa dijangkau dengan transportasi umum, kadang nemu tempat indah yang gak banyak orang tau, istilah sekarang hidden gems. Belum lagi pengalaman yang kita dapat selama perjalanan, ga jarang kami nyasar karena terlalu nurut google maps, cari tempat parkir dan menginap yang kadang tidak mudah - seringkali kali kami terpaksa pindah tempat karena terlalu berisik, berantem soal rute yang harus diambil bahkan pengalaman mobil dibobol maling di Roma yang meskipun menjengkelkan tapi layak untuk dikenang.
Btw, kembali ke cerita perjalanan. Kami berangkat dari Segovia jam 2 siang, rencana awalnya adalah langsung menuju Norway dan hanya berhenti untuk makan dan beristirahat. Explore tempat-tempat yang dilalui akan kami lakukan dalam perjalanan kembali. Tapi dibeberapa tempat, kami tidak bisa menahan diri, walaupun cuma sekedar explore tipis-tipis. Stop point pertama adalah Sitges, kota pantai yang indah di Cataluna, Spanyol. Kira-kira 40km dari Barcelona. Kami tiba sekitar pukul 10 malam, main ke pantai sebentar dan langsung menyiapkan mobil untuk kami tidur. Pagi harinya kami explore sebentar, berjalan kaki disekitar pantai. Masih pagi tapi matahari sudah cukup terik, walaupun sudah pakai topi dan payung badan rasanya seperti meleleh. Pantai indah bukanlah satu-satunya tempat menarik dikota ini, dipenuhi dengan banyak bangunan budaya dan bersejarah, Sitges juga dipenuhi toko, restoran, bar dan club malam yang merupakan surga para turis. Sayangnya saya tidak punya banyak foto ditempat ini, karena sejak bertengkar dan kami berpisah di Stavenger, Norway, Sebas menghapus email saya dari sharing pictures di cloud sehingga saya tidak bisa meng-access semua foto yang kami simpan di cloud bersama.
Menjelang siang kami sudah tidak tahan dengan panasnya Sitges dan memutuskan untuk melanjutkan perjalanan, tapi sebelumnya kami mandi dulu, dimana? Ditaman hahaha...Kebetulan didepan tempat parkir ada taman yang dilengkapi dengan kran air minum. Dengan modal ember dan mug mie instan yang selalu kami bawa, bikini dan peralatan mandi, jadilah kami jebar jebur sepuasnya disana. Tidak perduli orang-orang melihat kami sambil senyum-senyum. Puas mandi kami melanjutkan perjalanan, mampir sebentar di mall dekat perbatasan, saya lupa dimana, mungkin Girona, untuk makan siang, buang air basar dan menelpon mertua, lalu melanjutkan perjalanan. Ini salah satu trik kami, mampir ke mall, perpustakaan atau hotel berbintang untuk buang air besar karena tidak semua rest area menyediakan toilet bersih. Stop point berikutnya adalah Narbonne, Kami akan menginap semalam disana, disebuah lahan kosong dekat pantai yang direkomendasikan aplikasi park4night, sedikit jauh dari pusat kota. Ketika kami datang sudah banyak mobil dan campervan lain disana, rupanya tempat ini cukup populer. Saya sempat mandi lagi, memasak makan malam, merebus air untuk persediaan membuat kopi besok pagi lalu kami bersantai sambil menonton film sampai matahari tenggelam. Entah kenapa, meskipun sama-sama dipinggir pantai, disini anginnya lebih menderu-deru sehingga kami bisa tidur nyaman dan tidak kegerahan. Paginya kami memulai aktivitas dengan lebih santai, ngopi-ngopi dan sarapan dulu, baru menuju pusat kota Narbonne untuk mengisi jerigen cadangan air minum dan mandi. Saya tidak sepenuhnya ingat apa yang kami lakukan setelah mengisi air, yang saya ingat pagi itu kami naik kereta kelinci keliling kota. Dengan tarif 8€ per-orang, berkeliling kota selama kurang lebih 50 menit, lalu kembali ke mobil untuk melanjutkan perjalanan. Sayangnya baru beberapa menit mobil menunjukkan tanda-tanda mengalami masalah. Untuk memastikan, kami berhenti di sebuah bengkel 20 menit sebelum Beziers, tapi mereka menyarankan kami untuk memeriksakan mobil di bengkel khusus Ford di Beziers. Setelah diperiksa, ternyata ada spare-part yang harus diganti dan kami harus menunggu disana sampai mobil selesai diperbaiki seminggu kemudian. Untungnya Beziers ternyata cukup indah. Saya akan menceritakannya lain kali.
Setelah 6 hari menunggu, hari Selasa siang akhirnya bengkel menelpon bahwa mobil sudah selesai diperbaiki. Seharusnya hari Minggu kemarin kami akan berada di Lucca, Italy untuk menonton konser One Republic yang tiketnya sudah saya beli beberapa bulan sebelumnya. Sedikit kecewa, bukan saja kami kehilangan uang tiket konser yang tidak bisa dijual kembali karena waktunya mepet, kehilangan waktu dan harus berada disatu tempat selama seminggu adalah pertama kalinya terjadi selama kami travelling. Masih harus menunggu sampai mereka selesai istirahat makan siang, jam 2.30 mobil bisa kami ambil dan langsung ngebut menuju Norway, hanya berhenti sebentar di sebuah rest area untuk makan malam dan mandi, lalu lanjut hingga tengah malam dan berhenti untuk tidur di sekitar Jussy, Perancis. Jam 5 pagi kami sudah bangun dan melanjutkan perjalanan. Karena kami akan membeli ransel yang saat itu hanya tersisa di Decathlon Roermond, Belanda, jadi kami harus sedikit melenceng, kira-kira 57 km lebih jauh. Melewati Belgia lalu masuk ke wilayah Belanda. Hanya berhenti sebentar untuk membeli ransel, kami langsung tancap gas lagi menuju Hamburg, pit stop kami selanjutnya. Mengambil tempat di parkiran IKEA, agak terkejut karena suhu masih dingin di musim panas sehingga kami perlu mengeluarkan selimut, tapi kami tidur nyaman dan bangun jam 6 keesokan paginya, itupun karena langit sudah terang benderang. Matahari terbit jam 5 pagi. Kami sarapan dan minum kopi dijalan karena ingin segera sampai tujuan. Target kami pada tanggal 21 Juli kami sudah sampai di Oslo.
Di perbatasan antara Jerman - Denmark, mobil kami dihentikan petugas perbatasan untuk diperiksa kelengkapan dokumen. Untung kami selalu membawa paspor. Tidak semua kendaraan diperiksa, random, mungkin mereka melihat plat mobil kami yang dari Spanyol. Benar juga, rupanya mereka penasaran, apakah memang kami datang langsung dari Spanyol. Setelah basa basi sebentar, kami lanjut, tujuan pertama kami adalah Copenhagen karena kami harus membeli jaket yang mumpuni untuk menghadapi cuaca musim panas di Norway yang ternyata masih sangat dingin.
Untuk mencapai Norway, kami harus melalui great belt bridge dan Oresundbron bridge, 2 jembatan panjang melintang diatas laut yang berbayar. Oresundbron bridge adalah jembatan dari Denmark menuju Swedia. Saya penasaran, apakah hasilnya akan menjadi milik Denmark saja, Swedia saja atau untuk kedua negara ya ? Sebetulnya kita bisa naik kapal ferry dengan tarif 160€ untuk mobil dengan 2 penumpang. Tapi kali ini kami ingin mencoba jembatan yang membentang di atas lautan. Naik ferry nya nanti saja, saat perjalanan kembali ke Spanyol. Sebelum melintasi jembatan, kami mengisi penuh bahan bakar, takut tiba-tiba kehabisan ditengah jembatan. Kan gak lucu kalau tiba-tiba mogok dan harus diderek. Melintasi Great Belt Bridge, jembatan pertama, sejauh 6,79 km, kami harus membayar lebih kurang 270 Dkr (36€) dipintu keluar, sedangkan jembatan kedua, Oresundbron Bridge yang lebih panjang, 7,85 km, tarifnya 490 Dkr (66€). Mirip gerbang tol di Indonesia. Total untuk menyeberangi jembatan saja kami harus membayar 102€ belum termasuk bahan bakar. Sudah terbayang, summer ini akan menjadi liburan termahal kami selama ini. Malam itu kami berhenti untuk tidur disekitar Gothenburg, Swedia. Sudah terbayang, besok kami akan tiba di Norwey, dan akan menambah satu lagi centang dalam travel bucket list kami.
Jam 7 pagi kami sudah bersiap berangkat, setelah sarapan dan minum kopi, perjalanan dimulai, karena kami sudah janji bertemu teman yang bekerja sebagai tourist guide di Oslo, dia akan memberi kami city tour gratis jam 11. Masuk perbatasan Norway mobil kami kembali diperiksa, kali ini agak serius, mungkin juga karena Norway tidak tergabung dalam EU meskipun termasuk dalam Schengen area. Ini hanya perkiraan saya saja, karena ga berani nanya ke petugasnya, mereka serius sekali. jam 9 kami berhenti sebentar di rest area untuk ritual pagi, buang air besar, cuci muka dan gosok gigi. Rest area di Norway sangat bersih dan menyediakan air hangat. Air hangat !!!! Sangat mewah untuk kami yang biasa mandi di sungai, fountain atau pinggir jalan. Jam 10.35 sampailah kita di Oslo, lega karena perjalanan panjang, nyetir seperti supir bis antar negara yang cuma berenti untuk makan dan tidur, akhirnya berakhir. 4.395km total jarak yang kami tempuh dari rumah ke Oslo.
Babak baru liburan kami dimulai, saatnya menjelajahi Norway !





0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home