TERDAMPAR DI BEZIERS, KOTA TUA YANG CANTIK
Mungkin tidak banyak yang tahu, Beziers adalah salah satu kota tertua di bagian selatan Perancis, tepatnya di daerah Languedoc. Ini bisa terlihat dari arsitektur gedung-gedung bersejarahnya yang sangat indah dan lorong-lorong sempit berbatu yang semakin menambah kesan kuno. Kamipun berhenti di Beziers secara tidak sengaja. Dalam perjalanan dari Spanyol menuju Norway, setelah singgah semalam di Narbonne untuk beristirahat, mobil kami mengalami masalah mesin dan harus mengganti spare-part. Sialnya, kami tiba rabu sore dan spare-part yang mobil kami butuhkan tidak tersedia di bengkel sehingga harus dipesan dan didatangkan dari Marseille, sedangkan hari jumat adalah perayaan hari Bastille, semua bisnis tutup kecuali restoran, sehingga mobil tidak mungkin bisa kami ambil hingga hari senin atau selasa. Jadilah kami terpaksa menginap beberapa malam disana.
Berjam-jam di bengkel menunggu kabar dari asuransi perihal akomodasi kami sampai mobil selesai diperbaiki, akhirnya saya memutuskan booking hotel terdekat dari bengkel. Hotel F1 dengan tarif sebesar 60€/malam. Lumayankan bisa mandi dan berbaring sambil menunggu kepastian dari pihak asuransi. Karena berdasakan pengalaman tahun lalu ketika mobil kami dibobol maling di Roma, kamilah yang harus mengambil inisiatif berulang kali menelpon pihak asuransi dan akhirnya mengganti sendiri kaca mobil yang pecah sebelum akhirnya mereka mengganti biayanya setelah berbulan-bulan dan puluhan email kami kirim ke pihak asuransi. Entah pilihan asuransi kami yang buruk ataukah memang birokrasi kantor asuransi Spanyol yang lambat. Kamis paginya kami mendapat kepastian dari pihak asuransi (setelah berkali-kali menelepon) dan mereka mengirimkan taksi dan memindahkan kami ke hotel di tengah kota. Kami dipindahkan ke Hotel Zetenite, ini adalah hotel semi-apartement yang jaraknya hanya 10 menit berjalan kaki dari pusat kota Beziers. Pihak asuransi hanya menanggung biaya menginap selama 4 hari, selebihnya kami harus membayar sendiri. Kamarnya memiliki dapur didalam. Ini juga salah satu kiat kami untuk menghemat budget jika harus menginap di hotel, jadi kami bisa memasak, meskipun hanya makanan sederhana, karena harga makanan di restoran jauh lebih mahal daripada kami memasak sendiri. Disini tarif permalamnya 90€ tapi jika kita menginap beberapa malam, harganya bisa sangat jauh berbeda. Untuk 5 hari, kami dikenakan tarif 70€ per-malamnya. Jadi selama 6 hari kami stucked di Beiziers, kami hanya mengeluarkan biaya penginapan sendiri selama 2 hari, sisanya ditangggung pihak asuransi termasuk breakfast untuk 2 orang dengan budget 10€ per-orang/harinya. Meskipun kami menerapkan low budget travelling, kadang-kadang kami juga tidak ingin terlalu ketat dengan budget. Jadilah hari itu kami makan siang disebuah restoran yang menyajikan menu masakan Vietnam, nama restorannya Fleurs d`Asie. Kami tidak salah pilih, selain lokasinya tepat ditengah kota, harganya pun cukup terjangkau (15€ per-porsi), masakannya enak dan pemilik sekaligus kokinya, sangat ramah. Karena kami tidak minum alkohol atau bubble tea (sayangnya tidak banyak pilihan menu untuk minuman) mereka memberi kami 2 botol air dingin, gratis, yang tentu saja terasa sangat nikmat ditengah teriknya suhu dimusim panas. Setelah makan siang kami mampir ke tourist office untuk menanyakan apa saja yang bisa kami lakukan selama 6 hari di Beziers. Ternyata karena kami datang disaat yang tepat karena dibulan juli ini banyak sekali atraksi yang bisa kami datangi, dan hampir semuanya gratis. Pantas saja hotel-hotel penuh dengan turis, kami saja yang tidak tahu kalau Beziers ternyata cukup populer. Dari sana kami kembali ke hotel untuk beristirahat karena malam harinya akan bergabung dengan warga sekitar untuk mengawali perayaan hari Bastille dengan pesta kembang api.

Sekitar jam 9.30 kami berjalan kaki ke taman di pinggir sungai yang arahnya tepat dibelakang cathedral. Kira-kira 30 menit dari hotel tempat kita menginap. Sampai disana ternyata sudah ramai dengan warga sekitar dan turis yang berkumpul menunggu pesta kembang api. Banyak food truck yang menjual burger, kentang goreng, donat dan aneka jenis makanan siap saji lainnya. Tidak ketinggalan food truck yang khusus menjual wine and beer. Dimeriahkan dengan panggung ditepi sungai dan band lokal yang menyanyikan lagu-lagu era 80an, kami berbaur dengan warga lokal. Jam 11 malam lampu-lampu dipadamkan, tanda bahwa pesta kembang api akan segera dimulai. Jauh lebih indah dari pesta kembang api yang kami lihat di Nice pada perayaan hari Bastille tahun lalu, karena kali ini diiringi musik dan tidak hanya dilangit tapi juga dari bawah jembatan. Pesta kembang api berakhir jam 12 malam tapi panggung musik dan foodtruck masih ada sampai jam 1 dini hari. Lumayanlah, menghibur kekecewaan kami yang gagal nonton konser musik One Republic di Lucca, Italy.
Karena baru tidur sekitar jam 2 dini hari, kami bangun sekitar jam 10, agak malas keluar hotel karena matahari sudah sangat terik. Niat hati ingin sarapan di hotel saja, tapi setelah mampir ke ruang makan dan melihat makanan yang dihidangkan, sepertinya kurang menarik, jadi kami memutuskan jalan kaki ke plaza mayor, eh, apa ya namanya kalau di perancis ? Semacam alun-alun gitu deh, disitu banyak cafe dan restauran. Bingung memilih, kami berhenti di Columbus cafe & Co, karena mereka men-display roti, cake dan kue-kue nya dengan sangat menarik dan sepertinya enak. Sayangnya, mbak-mbak yang melayani kami hari itu sangat tidak ramah. Karena keterbatasan bahasa (bahasa perancis kami tidak terlalu bagus dan mereka tidak mengerti bahasa inggris) jadi kami salah mengerti jika menu yang kami pilih termasuk teh dan bukan kopi. Setelah membayar dan kami tidak melihat kopi dinampan, kami minta ditambahkan kopi dan bertanya tentang pilihan menu kopinya, si mbak sepertinya kesal dan menjawab dengan kasar lalu memberikan pesanan kami dengan setengah membanting bakinya. Waduh....sampai kaget dan saya cuma bisa bengong didepan mesin kasir. Kami memesan Expresso, tapi terlihat seperti air kotor dan tidak berasa kopi. Tehnya pun hanya seperti air yang ditetesi perasa vanilla. Untung baggle nya lumayan enak dan teras tempat kami duduk juga sejuk, rasa sebal dijahatin mbaknya agak terobati deh, tapi gak lagi kami akan kembali kesana.
Hal pertama yang kami lakukan setelah sarapan adalah nonton parade. Karena lokasinya tepat didepan kami duduk. Agak kurang seru karena hanya beberapa baris. Diawali dengan drumband, lalu veteran, anggota polisi, pemadam kebakaran dan diakhiri dengan anak sekolah. Mereka hanya berjalan lebih kurang 300 meter, dan berhenti ditaman kota untuk mendengarkan pidato (mungkin) walikota. Cuma sekitar satu satu jam saja, kerumunan massa bubar dan kami menyusuri lorong-lorong jalan berbatu peninggalan roman dipusat pertokoan. Untung tutup, jadi kami gak gelap mata berbelanja. Karena matahari sudah sangat menyengat, kami memutuskan kembali ke hotel, ngadem di kamar dan nonton film yang sudah kami download dari rumah.
Sempat tidur siang yang kesorean, kami bangun jam 8 dan bersiap-siap untuk kembali ke taman kota, karena menurut informasi yang kami dapat dari tourist office, setiap hari pada jam 9.30 dan 11 malam akan ada atraksi air terjun bernyanyi. Bayangan kami sih seperti di Singapore, hladalaaah...ternyata cuma air nyemprot yang disentrong lampu dan diiringi lagu-lagu Perancis, tidak spektakuler tapi lumayanlah untuk hiburan selama kami stuck di Beziers.
Hari ke-3 kami awali dengan sarapan pagi di kedai roti, tempat ini kami pilih karena panjangnya antrian, salah satu tanda bahwa (mungkin) roti dan kopinya enak. Bahkan kami lihat seseorang berseragam hotel mengambil roti dari situ juga. Ternyata benar, rotinya enak dan yang terpenting, pelayanannya ramah. Setelah sarapan kami naik kereta kelinci keliling kota. Tatifnya 15€ untuk 2 orang. Berkeliling selama 75 menit, ternyata Beziers cukup besar. Naik kereta kelinci juga bisa jadi referensi tujuan kami selanjutnya, karena kita akan dibawa ketempat-tempat yang menarik di seputar kota. Setelah berkeliling karena masih belum terlalu panas, kami memutuskan untuk berjalan kaki ke mall. Lumayanlah, kira-kira 1 jam berjalan santai dari stasiun kereta kelinci (lebih kurang 5 atau 6 km). Mall ini cukup besar dan berkonsep outdoor. Lantai 3nya dikhususkan untuk restauran. Karena kami datang pada jam makan siang, semua restauran penuh. Kami berkeliling dulu melihat berbagai jenis makanan, tapi karena belum terlalu lapar (di Perancis jam makan siang lebih awal dari Spanyol) akhirnya kami masuk ke KFC dan membeli se-bucket ayam untuk berdua. Selesai makan kami kembali ke hotel karena tidak tahan dengan cuaca panas.
Jam 8 malam kami keluar lagi menuju Cathedral, ada pertunjukan laser yang digelar setiap malam pada jam 10 dan 11.30 Kami mampir makan malam di Le Petit Marais, restauran ini terkenal dengan Moules-frites nya. Hidangan populer yang berbahan dasar kerang yang dikukus dengan anggur putih bawang merah dan mentega. Disajikan dalam panci ditemani dengan kentang goreng yang renyah. Karena saya gak doyan kerang, saya memilih memesan beef steak. Sebas nekad memesan Moules frites yang ternyata seporsinya datang dengan panci yang sangat besar dan sebotol white wine. Alhasil, dia kekenyangan. Bisa dibayangkan seberapa besar porsinya kan ? Setelah makan kami ke Cathedral, antrian pengunjung sudah lumayan panjang. Padahal atraksi ini sudah ada sejak awal bulan, jadi kira-kira sudah 2 mingguan. Dalam hati saya, waaah..pasti spektakuler nih. Dan ternyata benar, pertunjukan lasernya benar-benar menakjubkan, kita seperti dibawa ke dalam hutan, lalu dari langit-langit seperti muncul air yang kemudian memenuhi cathedral dan kita seperti menyelam ke dalam laut bersama ikan-ikan. Benar-benar indah. Walaupun menurut saya kurang lama, hanya sekitar 30 menit saja (tidak sebanding dengan lamanya mengantri untuk masuk) tapi cukup memuaskan.
Keesokan paginya kami bingung harus menghabiskan waktu dimana, karena dengan cuaca yang sangat panas tidak mungkin kami berada diluar sepanjang hari, tapi berdiam diri dikamarpun bukan pilihan. Akhirnya kami memutuskan piknik di taman kota, tidur-tiduran dibawah pohon besar yang rindang. Tapi setelah 2 jam, bosan juga. Akhirnya kami berjalan ke stasiun kereta yang berada tepat didepan taman, dan naik bis menuju pantai. Ongkos bis ke pantai 2 euro per-orang. Karena penuh, kami terpaksa berdiri dan ternyata perjalanan kesana lumayan lama. Sekitar 40 menit kami baru tiba di pantai, jangan ditanya panasnya seperti apa. Kami tidak berlama-lama di pantai, sebelum kembali ke halte bis, kami melewati deretan restaurant, salah satunya adalah kedai ice cream. Kami tertarik melihat pasangan yang duduk berhadapan dan dimejanya ada 2 gelas ice cream yang sangat besar. Akhirnya kami ikut-ikutan pesan ice cream walaupun hanya 1 karena kami tidak yakin mampu menghabiskannya kalau memesan sendiri-sendiri. Benar saja, makan 1 porsi ice cream berdua saja sudah kekenyangan, apalagi kalau memesan sendiri-sendiri.
Kembali ke hotel kami habiskan sisa malam dengan mencuci baju dengan harapan besok pagi mobil sudah bisa kami ambil dan kami bisa melanjutkan perjalanan ke Norway. Puji syukur, setelah sarapan bengkel menelpon kalau mobil sudah selesai diperbaiki dan bisa diambil. Tapi drama asuransi masih berlanjut, kami menunggu taksi yang dikirim oleh pihak asuransi lebih dari 2 jam. Jam 1 siang barulah taksi datang mengantar kami ke bengkel daaaaan kami harus menunggu lagi karena bengkel tutup, istirahat siang sampai jam 2. Tepat jam 4 barulah kami bisa keluar bengkel dan melanjutkan perjalanan liburan musim panas kami. Sedikit diluar rencana,kehilangan kesempatan nonton konser musik One Republic di Itali, tapi saya tetap bahagia, karena jika mobil kami tidak tiba-tiba mogok, mungkin kami tidak akan pernah tahu, ada sebuah kota tua yang sangat cantik yang layak untuk dikunjungi. Beziers !!





